Tips Menjaga Rutinitas Anak Selama Traveling

menjaga-rutinitas-anak-selama-traveling

Anak-anak terutama anak usia dini, membutuhkan keteraturan dalam keseharian mereka. Keteraturan ini meliputi jadwal harian yang terorganisir, rutinitas yang konsisten, dan kejelasan dalam aturan kegiatan.

Selama anak-anak di rumah, tentu akan lebih mudah menjaga rutinitas harian yang biasa ibu dan ayah ciptakan. Namun, bagaimana saat bepergian? Bagaimana caranya untuk menjaga rutinitas anak selama traveling?

Berhubung pekan ini saya sedang road trip bersama keluarga dari Jakarta – Bandung – Jogja – Boyolali, saya coba tuliskan tips yang sudah saya coba terapkan ya..

Manfaat Rutinitas yang Teratur bagi Anak-anak

Sebelum kita masuk ke pembahasan lebih lanjut, kita pahami bareng-bareng dulu yuk, manfaat penerapan rutinitas yang teratur bagi anak-anak:

rutinitas-teratur

1. Menjaga Stabilitas Emosi Anak

Anak-anak yang sudah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, cenderung merasa lebih aman dan nyaman. Mereka pun akan lebih stabil secara emosional. Rutinitas yang teratur juga dapat membuat anak-anak terhindar dari cemas dan stress.

2. Menjaga Kualitas Tidur

Keteraturan akan rutinitas harian ternyata juga berkontribusi pada kualitas tidur anak-anak. Jadwal tidur yang teratur membantu mengatur jam biologis internal anak. Pada akhirnya, hal ini akan dapat meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan anak secara keseluruhan.

3. Membantu Perkembangan Kognitif dan Sosial

Anak-anak di usia dini cenderung mendapatkan manfaat dari rutinitas hariannya dalam perkembangan kognitif dan sosial mereka. Kegiatan yang terstruktur akan membantu anak-anak mengembangkan pola pikir, keterampilan sosial, dan kemampuan beradaptasi.

4. Meningkatkan Kemandirian

Rutinitas juga bermnfaat untuk membantu anak-anak untuk menjadi lebih mandiri. Dengan memahami dan menjalani rutinitas, mereka dapat belajar melakukan tugas-tugas sehari-hari secara mandiri. Misalnya seperti mandi, menyusun tempat tidur, atau membersihkan mainan.

Penelitian pun menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang teratur memiliki kecenderungan lebih baik dalam mengembangkan keterampilan hidup. Di masa yang akan datang, mereka akan lebih baik dalam mengembangkan kemampuan organisasi, manajemen waktu, dan tanggung jawab.

5. Memudahkan Aktivitas Orang Tua

Manfaat terakhir dari penerapan rutinitas yang teratur bagi anak-anak adalah memudahkan aktivitas yang dilakukan orang tuanya. Ujung-ujungnya bakalan balik ke kita juga, sih. Adanya rutinitas untuk anak-anak akan membantu kita dalam mengkondisikan kegiatan harian yang akan dilakukan. Jadi sama-sama tau nih, oh abis ini si anak bakalan tidur siang, jadi orang tua bisa mengalokasikan waktunya untuk kegiatannya sendiri.

Tips Menjaga Rutinitas Anak Selama Traveling

Saat traveling, rutinitas yang biasanya teratur memang sangat terancam bubar. Bagi saya pribadi, perubahan rutinitas ini sangat berdampak pada anak saya. Mulai dari segi emosional si anak, pola makan hingga pola tidur. That’s why, saya concern banget untuk berusaha menjaga rutinitas anak saya saat bepergian.

Baca juga: Berandai-andai Lihat Dunia Lagi Bersama Teman Hidup

Beberapa cara yang saya lakukan untuk menjaga rutinitas anak selama traveling adalah sebagai berikut:

family-traveling

1. Sounding Rencana Perjalanan di Awal

Hal pertama yang biasanya saya lakukan adalah sounding. Ceritakan bahwa kita hari … (sebutkan harinya) akan melakukan perjalanan yang cukup panjang. Jelaskan selengkap mungkin namun tetap menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak.

Sounding di awal bisa membuat anak jadi memiliki gambaran perjalanan yang akan dilaluinya nanti. Anak-anak jadi bisa tau, kalau ada rutinitasnya yang mungkin akan berubah atau berbeda dari biasanya. Misalnya, anak saya biasanya makan menggunakan piringnya yang biru, nah dalam perjalanan kali ini kami tidak akan membawa piring birunya sehingga ia harus makan menggunakan piring lain yang tersedia di kota-kota tujuan.

Penjelasan ini dapat membantu anak untuk lebih siap dan mengurangi kecemasan mereka. So far, cara ini selalu cukup efektif di anak saya sehingga ia bisa lebih kooperatif selama perjalanan.

2. Berusaha Pertahankan Jadwal Makan dan Tidur

Saat bepergian, akan ada banyak rutinitas harian yang berubah. Dalam satu hari, kita mungkin akan sangat lama berada di perjalanan, atau bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain. Meskipun demikian, hal yang selalu saya usahakan untuk tetap teratur adalah jadwal makan dan tidur.

Waktu makan dan istirahat anak akan sangat menentukan bagaimana perilaku anak selama perjalanan. Anak-anak yang lapar dan kurang tidur akan lebih sering cranky bahkan tantrum. Kalau sudah begini, tentu orang tuanyalah yang akan repot.

Baca juga: 7 Tips Menjaga Kesehatan Anak Selama Traveling

Pola tidur dan makan yang berantakan saat traveling juga bisa membuat kesehatan anak menurun. Bakalan sad banget kalau anak sampai sakit ketika kita seharusnya bersenang-senang saat traveling. Meskipun sakit ini terkadang tidak bisa dihindari, sebisa mungkin diupayakan deh supaya waktu istirahat dan makan anak tercukupi, untuk meminimalisir kemungkinan drop-nya kesehatan mereka.

3. Tetap Menerapkan Ground Rules

Nggak masalah deh saya dibilang galak atau tega sama anak, selama yang saya lakukan demi menjaga kesehatan mereka. Selama berkunjung ke berbagai tempat, mau itu rumah saudara atau tempat wisata, saya dan suami akan tetap mengetatkan ground rules.

Ground rules sendiri merujuk pada aturan dasar yang diterapkan oleh masing-masing keluarga. Setiap keluarga pasti punya value, dan pasti punya rules-nya masing-masing. Jadi, aturan dasar ini pasti akan berbeda-beda.

Baca tentang: 5 Tips Memilih Sunscreen yang Tepat untuk Traveling

Saya sendiri biasanya akan tetap ketat pada aturan-aturan yang sudah ditetapkan secara tidak tertulis di rumah, walaupun kami sedang bepergian. Beberapa di antaranya adalah aturan screen time, snack apa saja yang boleh dan tidak boleh, dan jadwal makan – istirahat.

4. Teratur Namun Fleksibel

Berikutnya, jangan terlalu kaku dan tetap fleksibel dengan perubahan rutinitas atau jadwal yang terjadi. Pastinya, kita sebagai orang tua harus memahami dulu kalau akan ada perubahan-perubahan yang mungkin terjadi selama perjalanan. Tidak menutup kemungkinan, jadwal yang sudah kita susun dengan baik, bergeser atau malah tidak terlaksana.

Jadi, yang biasa saya lakukan adalah menurunkan ekspektasi dan berusaha untuk tetap bisa fleksibel. Bagi orang-orang yang perfectionist seperti saya, ini hal yang sulit lho. Haha. Alhamdulillahnya, suami saya orangnya lebih santai sehingga bisa mengimbangi sifat saya yang agak kurang luwes.

5. Berikan Anak Waktu Beradaptasi

Last but essential adalah memberikan waktu pada anak untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Biar bagaimanapun, anak-anak bukanlah orang dewasa versi mini. Pemikiran mereka tentu akan berbeda dengan kita sebagai orang tuanya.

Ada kalanya anak saya terlihat so excited, ingin mengeksplorasi tempat baru yang ia datangi. Terkadang, cranky juga ketika tidak merasa nyaman dengan suasana atau tempat yang baru. Mencoba memahaminya dan jalin komunikasi adalah hal yang biasanya saya lakukan.

Baca tentang: Seru-seruan Bareng Keluarga di Lembang Park And Zoo

tips-menjaga-rutinitas-anak-selama-traveling

Itu aja sih, tips sederhana dari saya untuk menjaga rutinitas anak selama traveling, berdasarkan pengalaman pribadi. Dengan menerapkan tips di atas, harapannya, Mae frens dan keluarga dapat menikmati momen berharga selama perjalanan tanpa harus mengorbankan kenyamanan rutinitas anak-anak selama ini.

Traveling bersama anak-anak memang tidak semudah dan sepraktis jika kita bepergian sendiri. Akan tetapi, jangan jadikan momen perjalanan bersama anak-anak sebuah momok. Momen ini justru bisa menjadi penguat bonding antara orang tua dengan anak, dan tabungan memori berharga bagi anak-anak kelak.

Tips menjaga rutinitas anak selama traveling versi Mae frens gimana, nih? Share di kolom komentar ya!

3 Comments

  1. Aku juga nih, termasuk yang agak galak dalam menerapkan aturan selama traveling. Soalnya bener, rutinitas buat anak itu emang penting banget, makanya waktu traveling pun mengusahakan banget supaya gak berubah2 amat.

    Terutama waktu makan sama waktu tidur sih. Bener2 mengusahakan supaya tetap sama, walaupun tetap fleksibel.

    Sounding ini di aku bilangnya briefing, ihihi. Sama-sama ngasih penjelasan ke anak hari apa mau ke mana dan bagaimana tempatnya. Beneran emang ini penting dan sengaruh itu. Mencegah anak cranky.

    • Relate banget, waktu makan dan istirahat kalo nggak agak ngegas mesti ada aja alasannya. Apalagi kalo pergi-perginya sama saudara-saudaranya. Dipikir emaknya nggak bakal kekeuh. Haha.. Soalnya kalo dilonggarin atau sampe los, anakku suka kecapekan dan berujung sakit, demam lah, bapil. Huhu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *