Pengalaman Membuat Pizza Bersama Chef di L’Union Pizza

l-union-pizza

Umumnya, anak-anak senang ketika dilibatkan dengan aktivitas orang dewasa, salah satunya memasak. Demikian pula dengan anak saya, yang selalu ingin diajak dalam setiap kegiatan memasak di dapur. Beberapa waktu lalu, saat saya mudik ke Jogja, adik saya mengajak kami sekeluarga untuk makan di tempat makan pizza yang baru dirintis oleh sahabatnya. L’Union Pizza namanya.

Baca juga: Ketahui 7 Bagian Mobil yang Wajib Dicek Sebelum Mudik Lebaran

Tak sekadar duduk-duduk dan makan pizza biasa, di sana kami berkesempatan untuk melihat langsung bagaimana proses pembuatan pizza pesanan kami. Bahkan, anak saya diizinkan ikut terlibat kolaborasi dengan Chef Zayden untuk membuat pizza. Seru banget!

Dirintis oleh Lulusan Ecole Professionnelle de Montreux

chef-pizza

Setelah lulus SMA, sahabat adik saya yang bernama Zayden memilih untuk tidak meneruskan pendidikan ke jenjang universitas. Ia memilih untuk balik kampung ke Swiss dan menekuni passionnya dengan bersekolah di Ecole Professionnelle de Montreux (Professional School of Montreux), akademi kuliner di sana.

Setelah menyelesaikan studinya, anak muda ini pun kembali ke tanah air dan membuka L’Union. Tak sendirian, ia juga bekerja sama dengan sahabatnya yang lain, yang juga satu geng dengan adik saya, untuk menyediakan tempat.

Baca juga: Bebek Pondok Galih, Sentuhan Lombok di Yogyakarta

makan-pizza-jogja

Tepat menjelang lebaran, L’Union Pizza pun resmi dibuka dan bisa dinikmati oleh para pengunjung. Wah, jauh-jauh ke Swiss tapi lebih memilih untuk berkarir dengan mengembangkan UMKM di Indonesia? Agak-agak lain memang adik ini, ya. Haha. Tapi, berhubung kedua orang tuanya tinggal di Jogja, ia pun memilih untuk tetap tinggal bersama keluarganya di Indonesia.

Lokasi dan Jam Buka L’Union Pizza

Tempat makan dengan konsep outdoor dan kekinian ini beralamat di Jl. Cik Di Tiro No.24, Terban, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55223. L’Union Pizza buka setiap hari kecuali Selasa, mulai pukul 15.00 WIB – 22.00 WIB.

Saya dan keluarga berkunjung ke sana di sore hari. Lokasinya nggak jauh dari Gramedia Sudirman, RS Panti Rapih dan gerbang utama UGM.

Saat memasuki pekarangan tempat makan tersebut, saya teringat rasa-rasanya pernah juga berkunjung ke sana untuk makan bersama teman-teman saat kuliah dulu. Tentu saja dulu tempatnya bukan tempat makan pizza, namun nggak ingat pasti juga apakah lokasinya sama dengan yang sekarang jadi kedai pizza homemade ini.

Menu dan Harga di L’Union Pizza

Menu-menu yang ditawarkan di L’Union ini berkisar pada menu pizza sebagai menu spesialnya, nasi, steak dan burger. Pizzanya berukuran sedang dan cukup dinikmati untuk 2 orang. Menu lengkap beserta harganya bisa kalian lihat di bawah ini:

menu-pizza
Pilihan Menu makanan
minuman-pizza-jogja
Menu minuman

Untuk dapurnya sendiri berkonsep semi open space, di mana pengunjung bisa melihat secara langsung proses pembuatan pizza yang dilakukan oleh Chef Zayden. Oven yang digunakan untuk memanggang pizza pesanan kita juga menggunakan tungku pizza tradisional ala Italia, membuatnya semakin menarik perhatian pengunjung.

Berhubung adik saya kenal dekat dengan para owner L’Union, anak saya pun mendapat kesempatan untuk mengikuti dan terlibat langsung dalam proses pembuatan pizza bersama chef di sana.

bikin-pizza

Awalnya anak saya malu-malu dan berkata tidak mau saat ditawari untuk menghias pizza pesanan kami, namun saat melihat adik saya mencoba, akhirnya ia pun turut excited dan ikut bikin pizza hingga proses pemanggangan dilakukan.

Seru sekali dan anak saya terlihat sangat menikmati momen tersebut. Selain makan, ternyata kami bisa memberikan sesuatu yang edukatif dan menyenangkan dari proses pembuatan pizza homemade yang diikutinya di sana.

oven-pizza

Baca tentang: Sultan, Masakan Timur Tengah di BSD

Pizza yang kami pesan ada 2 macam, Primavera dan MeatZa. Saya memilih pizza yang kira-kira anak saya tidak menolak untuk memakannya. Primavera berisi saus Napoletana, jamur, onion dan keju mozarella. Sementara MeatZa berisi saus Napoletana, daging, pepperoni, tomat, onion dan keju mozarella.

Di samping itu, kami juga memesan Chicken Curry yang disajikan bersama nasi putih hangat. Untuk minumnya sendiri, nggak aneh-aneh sih, hanya memesan es coklat untuk saya, dan es teh manis untuk yang lainnya. Bukan penggemar minuman manis juga sih keluarga kami 🙂

Rasa Pizza dan Rekomendasi

Sebagai penggemar pizza yang menobatkan pizza sebagai makanan favorit nomor 1, I can say I like the taste. Nggak kalah dengan tempat makan homemade pizza lainnya, lho. Yaa secara chef-nya aja jauh-jauh sekolah sampai ke Swiss. Hehe.

homemade-pizza
Pizza “Bikinan” Bocil

Tipikal pizza-nya adalah pizza dengan base yang tipis dan isian yang nggak pelit. Porsinya juga cukup yaa untuk dinikmati 2 hingga 3 orang. Namun, 2 pizza yang saya pesan menggunakan saus yang sama yakni Napoletana, jadi rasanya mirip-mirip dengan aroma sausnya yang unik, hanya berbeda di topping-nya.

Rasanya sendiri khas dan original, yang mana sebagai orang dengan lidah Indonesia rasanya saya masih perlu menambahkan garam ke dalamnya. Jangan khawatir karena baik saus sambal, hingga garam pun disediakan kok.

kedai-pizza-jogja

Ambience di tempat makan ini sangat hangat dan friendly rasanya. Cocok banget untuk anak-anak muda yang ingin kumpul, ngobrol-ngobrol sambil ngemil-ngemil pizza di sana. Seriusan suasananya bikin saya berasa jadi anak kuliahan lagi. Wkwk.

Baca juga: Gourmet Coffeenery, Cozy Cafe untuk Hangout di Sukabumi

Selain tempat duduk outdoor, ada juga tempat duduk di area semi indoor yang aman saat hujan. Kami memilih untuk duduk di sana berhubung saat datang kemarin cuaca baru habis hujan dan masih mendung.

Overall, it’s a good place to visit dengan pilihan pizza cita rasa Eropa yang enak-enak.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *