Saat saya sedang mengambil video untuk kebutuhan konten, terdengar suami saya mengetuk pintu kamar hotel kami. “Lha, kok nggak langsung masuk? Kan dia bawa kartu juga?” dalam hati saya bertanya-tanya sembari membukakannya pintu.
“Mamah, kartu kamar hotel yang Papah bawa ilang!”
Meskipun ini pertama kalinya kami mengalami kejadian kehilangan kartu kamar hotel saat liburan, saya nggak heran sih karena suami saya yang menghilangkannya 🙂
Bohong kalau dibilang saya nggak ikutan panik. Air muka saya tentu langsung berubah, yang tadinya semangat take video untuk review skincare yang pernah direview oleh salah satu Beauty Blogger Balikpapan, langsung berubah badmood. Akan tetapi, saya tetap berusaha stay cool di depan suami saya.
Lewat artikel ini, saya mau berbagi pengalaman kehilangan kartu kamar hotel saat liburan, apa yang saya lakukan waktu itu, dan hal-hal penting yang saya pelajari dari kejadian tersebut. Lanjut yuk bacanya! Siapa tau, cerita ini bisa jadi pengingat atau bekal buat Mae frens semua kalau suatu saat mengalami kejadian serupa (jangan sampai, sih!).
Kronologi Kehilangan Kartu Kamar Hotel
Siang itu, putri saya yang berusia 1 tahun tampak cranky. Ia yang baru bisa berjalan mondar-mandir di kamar hotel sambil membawa-bawa sepatunya. Hihi. Gemes!
Seperti yang saya ceritakan, saya sedang mempersiapkan untuk take footage video, berhubung mood lagi baik jadi langsung eksekusi aja. Anak pertama saya, sedang rebahan-rebahan sambil nonton TV. Sedangkan suami saya lagi main HP aja. Siang itu kami nggak ke mana-mana karena di luar sedang hujan deras sekali. Jadilah putri kami yang sibuk mau jalan-jalan keluar itu gabut bolak-balik menenteng-nenteng sepatunya.
Setelah hujan reda, masih gerimis dikit sih, suami saya mengajak putri kami untuk jalan-jalan keluar kamar. Kakaknya masih nonton dan memilih diam di kamar bersama saya. Lama juga suami saya dan anak kedua saya keluar kamar hingga akhirnya kejadian seperti di prolog artikel ini terjadi.
Baca juga: Tips Menginap di Hotel Bersama Anak
Momen sadar kartu kamar hotel hilang itu terjadi tepat ketika suami saya berada di depan pintu kamar. Ia bilang kartunya disimpan di saku celana, tapi dirogoh-rogoh kok nggak ada? Sepertinya kartu kamar hotel kami terjatuh secara tidak sengaja, dan hilangnya masih di sekitaran hotel.
Kepala saya langsung dipenuhi pertanyaan, kira-kira kartunya jatuh di mana, apakah ada orang lain yang menemukannya, dan apa yang terjadi jika kami kehilangan kartu hotel? Fyuh~ ada-ada bae!
Hal Pertama yang Dilakukan Saat Kartu Kamar Hotel Hilang
Setelah yakin kalau kartu kamar hotel benar-benar hilang, hal pertama yang saya lakukan adalah menarik napas dalam-dalam. Penting banget nih supaya nggak makin panik. Soalnya, makin panik, makin susah mikir jernih. Suami saya udah sibuk aja nyuruh saya Googling apa yang harus dilakukan?
Wajah suami saya sudah jelas panik, sementara saya mencoba tenang karena kejadian kehilangan barang yang disebabkan oleh suami saya ini sudah berkali-kali terjadi. Wes biyasaa.. Hal pertama yang kami lakukan adalah melakukan penelusuran ulang, ke mana saja ia dan putri saya tadi berjalan-jalan. Hasilnya? Nihil. Baiklaah..
Di titik itu, saya akhirnya menerima kalau kami memang sedang mengalami kehilangan kartu kamar hotel, dan mau nggak mau harus minta bantuan pihak hotel. Tanpa berpikir lama, saya pun “menginstruksikan” suami saya untuk lapor ke front office. Tentunya suami saya mengandalkan saya buat yang begini-begini, ia pun meminta saya untuk menemaninya lapor.
Prosedur Hotel Saat Kartu Kamar Hotel Hilang
“Mamah, sini, jangan jauh-jauh..” Suami saya udah macam bocil takut kehilangan induknya aja saat diminta petugas front office pergi ke Help Desk.
Begitu sampai di Help Desk dan melaporkan bahwa kartu kamar hotel hilang, saya kira prosesnya bakal ribet dan makan waktu lama. Ternyata nggak juga. Petugas hotel pertama-tama meminta kami menyebutkan nomor kamar dan nama pemesan. Setelah itu, mereka melakukan verifikasi data untuk memastikan kalau kami benar-benar tamu yang terdaftar di kamar tersebut.

Pihak hotel juga meminta identitas diri, seperti KTP atau paspor. Ya, ini penting sih demi alasan keamanan. Jadi meskipun sedikit repot, sebenarnya prosedur ini justru bikin tamu merasa lebih aman. Setelah data cocok, petugas langsung menjelaskan bahwa kartu kamar lama akan dinonaktifkan, sehingga meskipun ada orang lain yang menemukan kartu tersebut, kartu itu sudah tidak bisa digunakan untuk masuk ke kamar.
Selanjutnya, petugas hotel akan membuatkan kartu kamar hotel yang baru. Prosesnya cukup cepat, cuma butuh beberapa menit. Udah deh, gitu doang!
Dari pengalaman ini, saya jadi tahu kalau sebenarnya pihak hotel sudah punya sistem yang cukup rapi untuk menangani kasus kartu kamar hotel hilang. Selama kita kooperatif dan mengikuti prosedur, semuanya bisa diselesaikan tanpa drama.
Apakah Kehilangan Kartu Kamar Hotel Dikenakan Denda?
“Papah apaan sih dikit-dikit Mamah? Takut disuruh bayar ya?” ucap saya yang heran banget liat suami heboh kalau saya jauh dikit dari dia. Dengan santai ia menjawab, “Iya.. Haha!” Memang sejak bersepakat bahwa saya yang jadi bendahara keluarga, suami pasti nyariin saya kalau butuh duit. Wkwk.
Jujur saja saat suami saya meminta saya untuk Googling soal kehilangan kartu hotel ini, yang terpikirkan pertama kali oleh saya adalah bakalan kena denda apa nggak? Soalnya, kehilangan kartu kamar hotel kelihatannya ‘gitu doang’, tapi tetap saja ada rasa khawatir bakal kena biaya tambahan yang bikin boncos saat liburan.
Baca tentang: Millenium Hotel Sirih Jakarta, Rekomendasi Tempat Staycation Keluarga
Apalagi setelah Googling malah bikin overthinking karena disebutkan biaya denda berkisar antara 50 ribu hingga 300 ribu rupiah. Ya Lord, bisa banget buat beli jajan atau oleh-oleh kan ya?
Dari penjelasan pihak hotel, ternyata kehilangan kartu kamar hotel memang bisa dikenakan denda, tapi besarannya berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing hotel. Ada hotel yang mengenakan biaya penggantian kartu, ada juga yang masih cukup toleran dan tidak memungut biaya sama sekali, seperti hotel tempat kami menginap kemarin.
Dalam kasus yang saya alami, pihak hotel menjelaskan kebijakan mereka dengan cukup transparan sejak awal. Menurut saya, yang terpenting adalah kita sebagai tamu bersikap jujur dan kooperatif saat melaporkan kehilangan kartu hotel, karena itu bisa memengaruhi bagaimana pihak hotel menyikapi situasi tersebut.
Intinya, meskipun ada kemungkinan dikenakan denda, kehilangan kartu kamar hotel bukanlah masalah besar selama kita segera melapor dan mengikuti aturan yang berlaku. Liburan keluarga pun tetap bisa dilanjutkan tanpa perlu drama berlebihan.
Tips Agar Tidak Kehilangan Kartu Kamar Hotel Lagi
Setelah mengalami sendiri kehilangan kartu kamar hotel saat liburan, sepertinya perlu ada beberapa kebiasaan yang harus kami ubah. Kelihatannya simple, tapi ya saya berharap akan cukup membantu supaya kejadian serupa nggak terulang lagi di kemudian hari.

Simpan Kartu Kamar Hotel di Satu Tempat Khusus
Jangan mencampur kartu hotel dengan uang receh, struk belanja, atau kartu lain. Lebih aman kalau punya slot atau dompet kecil khusus.
Biasakan Cek Kartu Sebelum Keluar Kamar
Sebelum pintu kamar ditutup, pastikan kartu kamar hotel sudah ada di tangan atau di tas. Kebiasaan ini sering jadi penyelamat.
Hindari Menyimpan Kartu Kamar Hotel di Saku Celana
Saku celana rawan bikin kartu hotel jatuh tanpa disadari, apalagi kalau banyak duduk atau jalan jauh. Kejadiannya ya seperti yang dialami suami saya dalam artikel ini.
Gunakan Card Holder atau Dompet Tipis
Selain lebih rapi, card holder bikin kartu kamar hotel lebih mudah ditemukan dan nggak gampang tercecer.
Manfaatkan Kartu Cadangan Jika Tersedia
Kalau hotel memberikan dua kartu, simpan satu di tempat aman sebagai cadangan kalau terjadi kehilangan kartu kamar hotel. Pada kejadian saya, untungnya kami dapat 2 kartu kamar sehingga masih punya cadangan yang saya amankan.
Kurangi Sering Memindahkan Kartu Kamar Hotel
Semakin sering kartu dipindah-pindah, semakin besar kemungkinan hilang. Biasakan satu tempat dari awal sampai akhir menginap.
Pelajaran yang Bisa Diambil dari Kehilangan Kartu Kamar Hotel
Dari kejadian kehilangan kartu kamar hotel ini, saya belajar kalau kita nggak boleh meremehkan hal-hal sekecil apapun saat liburan. Jujur saja ini pengalaman pertama yang saya harap nggak akan kejadian lagi. Buat catatan juga sih untuk suami saya supaya nggak menganggap sepele hal seperti ini.
Pelajaran lainnya adalah tentang bagaimana mengelola emosi di tengah kepanikan. Saat kartu kamar hotel hilang, reaksi pertama memang panik. Tapi dari pengalaman ini, saya belajar untuk lebih tenang dan langsung mencari solusi.
Bersikap kalem dan komunikatif dengan pihak hotel ternyata membuat semuanya jadi lebih cepat dan mudah. Ini juga jadi catatan penting buat para traveler, seperti travel blogger Balikpapan yang sering berbagi cerita perjalanan. Masalah kecil di perjalanan bisa diatasi kalau kita tahu harus bersikap bagaimana.
Terakhir, kejadian ini mengingatkan saya bahwa setiap pengalaman liburan, baik atau buruk, selalu punya cerita dan pelajaran. Bahkan kejadian kehilangan kartu kamar hotel pun bisa jadi bahan tulisan yang bermanfaat buat orang lain.
Mae frens punya kejadian serupa? Cerita juga yuk di kolom komentar!
